Selasa, 12 Mei 2009

SERAHKAN



"Kita tidak pernah mempertanyakan ke mana supir bus kota yang kita tumpangi akan membawa bus nya. Tetapi kita sering mempertanyakan Tuhan, kemana Dia akan membawa hidup kita".

Seorang ayah mengajak putrinya, Asa 6 tahun, mengendarai mobilnya menuju ke sebuah museum. Sudah lama Asa menginkannya. Si Ayah kebetulan hari itu mengambil cuti dan sengaja mangantar anaknya ke tempat yang sudah lama diimpikan Asa itu tanpa didampingi Bunda.
Di perjalanan, tak hentinya Asa bertanya kepada si Ayah :"Ayah tahu tempatnya?", tanya Asa yang duduk di samping kemudi Ayah.
"Tahu, jangan kuatir...", jawab Ayah sambil tersenyum. "Emang Ayah tahu jalan2nya....?". "Tahu..., jangan kuatir...." "Benar...., nanti tidak kesasar Yah...?
"Benar..., jangan kuatir deh...." jawab Ayah tetap dengan sabar.
"Nanti kalau Asa haus..., bagaimana.....?"
"Tenang..., nanti Ayah beliin air mineral....., oke....?
"Terus kalau lapar....?"
"Tenang...., nanti Ayah ajak Asa mampir ke restoran....."
"Emang Ayah tahu tempat restorannya.....?
"Tahu sayang...."
"Emang Ayah bawa cukup uang....?" "Cukup..., sayang..."
"Kalau Asa pengen ke kamar kecil....?" "Nanti ayah antar sampai ke depan toilet wanita...."
"Emang di museum ada toiletnya....? "Ada sayang..., jangan kuatir...."
"Ayah bawa tissue juga....?" " Bawa.., jangan kuatir..." kata ayah sambil membelokkan mobilnya masuk ke jalan tikus..., karena macet.
"Kok Ayah belok ke alan jelek dan sempit begini sih....?"
"Ia..sayang..., karena Ayah cari jalan yang lebih cepat...., supaya Asa bisa menikmati museumnya lebih lama nanti...."
Tidak beberapa lama, Asa kemudian tidak bertanya-tanya lagi. Giliran sang Ayah yang bingung......,
"Kenapa Asa diam ..., sayang...?" " Ya...., Asa percaya Ayah deh....! Ayah pasti, akan antar dan bantu Asa nanti...."


Kita ini kadang-kadang seperti Asa si anak kecil ini ......Kita sering bertanya banyak hal mengenai apa yang kita hadapi dan terjadi dalam hidup kita. Terlalu banyak kuatir apa yang akan kita hadapi. Padahal sebenarnya Tuhan "sedang mengemudi" buat kita semua. Kadang Ia membawa ke "gang sempit" yang barangkali tidak enak, tetapi itu semua ternyata untuk menghindari "kemacetan" di jalan yang lain. Kadang Ia memperlambat "kendaraan Nya", kadang mempercepat. Semua pasti ada maksudnya.

Ada baiknya kalau kita menyerahkan hal-hal yang di luar jangkauan kita kepada Nya. Biarkan Dia berkarya atas hidup kita, biarkan Dia mengemudikan hidup kita. Sebaliknya fokuskan hidup Kita kepada hal-hal yang kita kerjakan di depan mata, dengan berkat kemampuan yang kita sudah miliki.......


SOLUSI SEDERHANA


Serumit apapun masalah.........,
Pecahkan dan selesaikanlah denga solusi sederhana,
karena solusi sederhana mampu menyelesaikan masalah rumit.....,
sedangkan solusi yang rumit..........
kadang tidak mampu menyelesaikan masalah sederhana sekalipun

Sabtu, 09 Mei 2009

KASIH


Berapakah harga dari sebuah kasih?

Berapa uang yang harus dikelurakan untuk membeli kasih?

Kasih itu “tidak berharga”.

Tidak perlu serupiah uang pun untuk membeli kasih.

Bahkan kasih itu dibagikan secara “GRATIS”.

ya, kasih itu diberikan secara cuma – cuma.

Akan tetapi karena gratis,

banyak orang yang menyia – nyiakan kasih.

Kasih menjadi tidak mempunyai arti.

Apa yang mudah didapat, mudah dibuang.

Apa yang sukar diperoleh dan mahal, sangat disayang.

Kasih disia – siakan.

Tetapi siapa dapat hidup tanpa kasih??????

HARAPAN


Ada 4 lilin yang menyala,
Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:”Aku adalah Cinta” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.”
“Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

Jangan takut,
Janganlah menangis,
selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

” Akulah H A R A P A N “

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah H A R A P A N.
yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

CHATTING DENGAN TUHAN

TUHAN : Kamu memanggilKu ?

AKU: Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-
bincang denganmu.

AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih
baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang
sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah
menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi
produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu,
produktifitas membebaskan waktu.

AKU: Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghidarinya.
Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting
seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu
beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium
yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang
membuatnya jadi rumit.

AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu
merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi
kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU: Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu
banyak ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran
adalah sebuah pilihan.

AKU: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN : Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah
sebuah pilihan.

AKU: Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu
menderita?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat
dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa
menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik
bukan sebaliknya.

AKU: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru
pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU: Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa
kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN : Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan
kekuatan mental (Purposeful Roadblocks Offering Beneficial Lessons
(to)Enhance Mental Strength). Kekuatan dari dalam diri bisa keluar
dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU: Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu
kemana harus melangkah…

TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana
kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati
memberimu arah.

AKU: Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang
dapat saya lakukan?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan
perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau
sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain
bekejaran dengan waktu.

AKU: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada
masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau
syukuri,jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU: Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”. Jika
mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”.

AKU: Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi
apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan
itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU: Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini
dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU: Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak
dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya
adalah TIDAK.

AKU: Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup
adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

TUHAN has signed out.

sumber : www.yauhui.net

Rabu, 06 Mei 2009

SYUKUR DAN NIKMAT




AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.
Kata-kata diatas merupakan wujud syukur.
Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting.
Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.
Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.
Pertama :
Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.
Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya.
Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “KAYA” dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ”kaya”. Orang yang “kaya” bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.

Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.

Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda.

Bersyukurlah !
Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan.
Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.Bersyukurlah untuk masa-masa sulit. Di masa itulah kamu tumbuh.Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru. Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat. Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih. Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik. Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut. Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif.

Selasa, 05 Mei 2009

PESAN MORAL DARI FILM KUNGFU PANDA


Tau kah kalian si Po, Panda gemuk dalam Film Kungfu Panda ?

kungfu panda

Po, si Panda gemuk, yang sehari-hari bekerja di toko mie ayahnya, memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar Kung Fu. Tak disangka, dalam suatu kompetisi, Po dinobatkan sebagai Pendekar Naga yang dinanti-nantikan kehadirannya untuk melindungi desa dari balas dendam Tai Lung. Ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari Film ini :

1.The secret to be special is YOU. You have to believe that you’re special.
Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri.Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial. Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. Seperti kata Master Oogway, You just need to believe

2.Teruslah kejar impianmu.
Po, panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master Oogway, Kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut Present (hadiah).Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.

3.Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri.
Master ShiFu ogah-ogahan melatih Po . Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway -gurunya- bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya.Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah. Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.

4. Tiap individu belajar dengan caranya sendiri dan motivasinya sendiri.
Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain..Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada banyak gaya belajar yang kombinasinya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan..

5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah.
Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan Nyaris kehilangan nyawanya.Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri sendiri/anak/murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu.

6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam hatimu.
Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.

7.Dukungan Moril Sangatlah penting.
Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu.

Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga dan teman-teman kita?

sumber : ww.yauhui.net

Senin, 04 Mei 2009

INTROSPEKSI


Pertama-tama kewajiban kita dalam kehidupan sehari-hari adalah introspeksi diri sendiri terhadap hari kemaren.
Hari esok adalah sebuah perkembangan tentang apa yang kita rancang hari ini. Dan seseorang tidak bisa merancang hari ini tanpa meyadari mengapa hari kemaren terjadi.
Oleh karena itu, pemahaman tentang hari kemaren adalah kunci penting untuk perencanaan esok hari.

Sesungguhnya....., introspeksi..., bila sering dilakukan..., akan mengungkapkan bahwa kita pada dasarnya tidak menciptakan kesalahan-kesalahan baru. Kita seringkali melakukan kesalahan-kesalahan yang sama.
Itulah sebabnya kita menemukan diri kita menjalani hidup dalam kebiasaan lama. Jika dibiarkan terus menerus, ia akan menjadi kekuatan dari kebiasaan yang akan menentukan nasib kita sepanjang waktu.

Kita tidak ingin menghadapi kesalahan-kesalahan yang berulang kali kita lakukan karena proses itu sungguh menyakitkan bagi ego.

Proses introspeksi itu sendiri adalah seperti memandang ke sebuah cermin.
Kita tidak dapat lagi melihat siapa diri kita sesungguhnya.
Kita bisa terus memandang, tetapi tidak dapat melihat perbedaan.

Berhentilah memandang siapa diri kita menurut pikiran kita dan mulailah memandang jauh ke depan dengan melihat siapa diri kita sebenarnya.

Bila kita mulai menyadari siapa diri kita sebenarnya, kita akan mulai mengerti ke mana kita akan melangkah.

Pertumbuhan dimulai ketika kita mulai mengakui dan menerima kelemahan-kelemahan diri kita.

Namun demikian, kata kunci di sini adalah Penerimaan, bukan sekedar Pengakuan.
Kalau di dalam Penerimaan, bedanya adalah kita juga memiliki kesadaran, yang diikuti dengan rasa sesal.
Begitu kita mengecek diri kita sendiri setiap harinya, kita akan menyadari janji-janji kita yang telah kita langgar sendiri.

Kita harus belajar menaruh garis di pikiran kita dan menjaga agar kita tetap berada di dalam garis itu. Hanya dengan demikianlah kita akan menghormati janji kita sendiri.

Jika kita tidak menaruh hormat terhadap janji kita sendiri, bagaimana mungkin kita mengaharapkan orang lain menghormati janji mereka sendiri?

Jika kita tidak menghormati janji kita sendiri, maka hal itu pertama-tama yang menyebabkan kebohongan-kebohongan pada diri sendiri dan pada gilirannya kebohongan terhadap orang lain.


Minggu, 03 Mei 2009

KEBENARAN



Kita adalah setetes embun milik Tuhan, Yang Maha Menyeluruh, Yang Maha Tak Terbatas, Yang Maha Abadi. Cara yang terbaik untuk memahami Tuhan adalah memahami Kita sendiri.

Hal demikian adalah salah satu cara untuk menjaga agar Tuhan tetap berada di dalam pikiran dan tujuan Kita.

Ego Kita tidak akan membiarkan pikiran-pikiran yang lain kecuali dirinya sendiri. Sehingga ..., kadang2 kita berkelana tanpa tujuan.

Pada saat-saat mengingatNya..., kita hdup.
Hanya pada saat itulah tujuan kita yang sesungguhnya terlihat.

Suara hati adalah suara Tuhan di dalam hati kita. Prinsip-prinsip adalah apa yang kita ambil setelah mendengarkan suara hati dalam kehidupan kita.
Kebikjasanaan adalah apa yang kita pelajari ketika kita mematuhi prinsip-prinsip itu.
Oleh karena itu, semakin bijaksana seseorang..., semakin tinggi prinsip2nya..., semakin kuat intesitas suara hatinya.

Kebenaran adalah Tuhan.
Hiduplah di dalamNya dan kita akan kehilangan diri kita dalam diriNya. Hiduplah tanpaNya dan Kita akan kehilangan Dia.

DOA



Jika Tuhan menjawab doa Anda, Dia tengah meningkatkan iman Anda.
Jika Dia menundanya, Dia tengah meningkatkan kesabaran Anda.
Jika Dia tidak menjawab, Dia punya sesuatu yang lebih baik untuk Anda.

Dari pengalaman saya, banyak pertanyaan yang saya tulis kepada Nya selalu menemukan jawabannya sendiri.
Entah bagaimana, entah dimana, hampir tidak terelakkan, jawaban-jawaban itu muncul.

Janganlah berdoa untuk memohon kehidupan yang mudah. Berdoalah agar menjadi orang yang lebih kuat. Jangan berdoa memohon agar tugas-tugas Anda sesuai dengan kekuatan-kekuatan Anda. Berdoalah agar kekuatan-kekuatan itu sesuai dengan tugas-tugas Anda. Maka selesainya pekerjaan Anda tidak lagi menjadi keajaiban, tetapi Anda sendirilah yang menjadi keajaiban.





Jumat, 01 Mei 2009


Jika seorang kekasih hendak memandang Nya
Ia tidak akan mampu....
karena sangat luhurnya
Maka.............
Dia meminjamkan pandangan Nya kepadanya
untuk bisa melihat Nya
Maka..........
Yang bisa melihat Dia
hanyalah yang memakai mataNya........