
Pertama-tama kewajiban kita dalam kehidupan sehari-hari adalah introspeksi diri sendiri terhadap hari kemaren.
Hari esok adalah sebuah perkembangan tentang apa yang kita rancang hari ini. Dan seseorang tidak bisa merancang hari ini tanpa meyadari mengapa hari kemaren terjadi.
Oleh karena itu, pemahaman tentang hari kemaren adalah kunci penting untuk perencanaan esok hari.
Sesungguhnya....., introspeksi..., bila sering dilakukan..., akan mengungkapkan bahwa kita pada dasarnya tidak menciptakan kesalahan-kesalahan baru. Kita seringkali melakukan kesalahan-kesalahan yang sama.
Itulah sebabnya kita menemukan diri kita menjalani hidup dalam kebiasaan lama. Jika dibiarkan terus menerus, ia akan menjadi kekuatan dari kebiasaan yang akan menentukan nasib kita sepanjang waktu.
Kita tidak ingin menghadapi kesalahan-kesalahan yang berulang kali kita lakukan karena proses itu sungguh menyakitkan bagi ego.
Proses introspeksi itu sendiri adalah seperti memandang ke sebuah cermin.
Kita tidak dapat lagi melihat siapa diri kita sesungguhnya.
Kita bisa terus memandang, tetapi tidak dapat melihat perbedaan.
Berhentilah memandang siapa diri kita menurut pikiran kita dan mulailah memandang jauh ke depan dengan melihat siapa diri kita sebenarnya.
Bila kita mulai menyadari siapa diri kita sebenarnya, kita akan mulai mengerti ke mana kita akan melangkah.
Pertumbuhan dimulai ketika kita mulai mengakui dan menerima kelemahan-kelemahan diri kita.
Namun demikian, kata kunci di sini adalah Penerimaan, bukan sekedar Pengakuan.
Kalau di dalam Penerimaan, bedanya adalah kita juga memiliki kesadaran, yang diikuti dengan rasa sesal.
Begitu kita mengecek diri kita sendiri setiap harinya, kita akan menyadari janji-janji kita yang telah kita langgar sendiri.
Kita harus belajar menaruh garis di pikiran kita dan menjaga agar kita tetap berada di dalam garis itu. Hanya dengan demikianlah kita akan menghormati janji kita sendiri.
Jika kita tidak menaruh hormat terhadap janji kita sendiri, bagaimana mungkin kita mengaharapkan orang lain menghormati janji mereka sendiri?
Jika kita tidak menghormati janji kita sendiri, maka hal itu pertama-tama yang menyebabkan kebohongan-kebohongan pada diri sendiri dan pada gilirannya kebohongan terhadap orang lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar