Selasa, 12 Mei 2009

SERAHKAN



"Kita tidak pernah mempertanyakan ke mana supir bus kota yang kita tumpangi akan membawa bus nya. Tetapi kita sering mempertanyakan Tuhan, kemana Dia akan membawa hidup kita".

Seorang ayah mengajak putrinya, Asa 6 tahun, mengendarai mobilnya menuju ke sebuah museum. Sudah lama Asa menginkannya. Si Ayah kebetulan hari itu mengambil cuti dan sengaja mangantar anaknya ke tempat yang sudah lama diimpikan Asa itu tanpa didampingi Bunda.
Di perjalanan, tak hentinya Asa bertanya kepada si Ayah :"Ayah tahu tempatnya?", tanya Asa yang duduk di samping kemudi Ayah.
"Tahu, jangan kuatir...", jawab Ayah sambil tersenyum. "Emang Ayah tahu jalan2nya....?". "Tahu..., jangan kuatir...." "Benar...., nanti tidak kesasar Yah...?
"Benar..., jangan kuatir deh...." jawab Ayah tetap dengan sabar.
"Nanti kalau Asa haus..., bagaimana.....?"
"Tenang..., nanti Ayah beliin air mineral....., oke....?
"Terus kalau lapar....?"
"Tenang...., nanti Ayah ajak Asa mampir ke restoran....."
"Emang Ayah tahu tempat restorannya.....?
"Tahu sayang...."
"Emang Ayah bawa cukup uang....?" "Cukup..., sayang..."
"Kalau Asa pengen ke kamar kecil....?" "Nanti ayah antar sampai ke depan toilet wanita...."
"Emang di museum ada toiletnya....? "Ada sayang..., jangan kuatir...."
"Ayah bawa tissue juga....?" " Bawa.., jangan kuatir..." kata ayah sambil membelokkan mobilnya masuk ke jalan tikus..., karena macet.
"Kok Ayah belok ke alan jelek dan sempit begini sih....?"
"Ia..sayang..., karena Ayah cari jalan yang lebih cepat...., supaya Asa bisa menikmati museumnya lebih lama nanti...."
Tidak beberapa lama, Asa kemudian tidak bertanya-tanya lagi. Giliran sang Ayah yang bingung......,
"Kenapa Asa diam ..., sayang...?" " Ya...., Asa percaya Ayah deh....! Ayah pasti, akan antar dan bantu Asa nanti...."


Kita ini kadang-kadang seperti Asa si anak kecil ini ......Kita sering bertanya banyak hal mengenai apa yang kita hadapi dan terjadi dalam hidup kita. Terlalu banyak kuatir apa yang akan kita hadapi. Padahal sebenarnya Tuhan "sedang mengemudi" buat kita semua. Kadang Ia membawa ke "gang sempit" yang barangkali tidak enak, tetapi itu semua ternyata untuk menghindari "kemacetan" di jalan yang lain. Kadang Ia memperlambat "kendaraan Nya", kadang mempercepat. Semua pasti ada maksudnya.

Ada baiknya kalau kita menyerahkan hal-hal yang di luar jangkauan kita kepada Nya. Biarkan Dia berkarya atas hidup kita, biarkan Dia mengemudikan hidup kita. Sebaliknya fokuskan hidup Kita kepada hal-hal yang kita kerjakan di depan mata, dengan berkat kemampuan yang kita sudah miliki.......


Tidak ada komentar:

Posting Komentar