Selasa, 13 Oktober 2009
KARMA
(Radar Bali, Selasa 13 Oktober 2009)
Ketika anda menggunakan istilah “Hukum Karma” dalam bahasa Indonesia, lazimnya mengacu pada hukuman. Dalam bahasa Indonesia kata “hukum” memiliki makna ganda. Bisa berarti “hukum” atau bisa juga “hukuman.”
Tidak demikian dalam bahasa Bali. Karma bukanlah “hukum” atau “aturan penghukuman.” Karma ialah “aktivitas” atau “tindakan.” Apapun yang anda dan saya lakukan ialah karma. Ini ialah “hukum” dalam pengertian bahwa ini tak bisa dielakkan. Tak ada yang bisa melarikan diri darinya. Ini seperti hukum gravitasi, atau hukum fisika lainnya. Jadi Hukum Karma ialah Hukum Aksi.
Hukum Karma mengikat kita semua. Apapun yang kita lakukan menjadi sebuah “sebab,” dan setiap “sebab” diikuti oleh “akibat.” Jadi penderitaan kita dimasa kini ialah jumlah dari beberapa sebab dimasa lalu, begitupula dengan kebahagiaan kita. Pada saat yang sama, apa yang kita lakukan hari ini menjadi sebuah sebab bagi keceriaan atau penderitaan esok hari.
Hukum sebab dan akibat menjaga dunia tetap berputar. Hukum menciptakan dualitas penderitaan dan kesenangan, kemuraman dan keceriaan, saat-saat desolasi dan konsolasi.
Jika anda bahagia saat ini, bersiaplah untuk bersedih pada saat berikutnya. Karena tak ada kebahagiaan dan kesedihan yang permanen. Segala sesuatunya berubah. Kehidupan tidak konsisten dan begitupula tindakan kita. Tindakan kita tak selamanya tepat. Kita kadang membuat kesalahan. Kita tak dapat mengharapkan segalanya berjalan lancar sepanjang waktu.
Jika anda menyukai mawar, maka anda juga harus mau menerima durinya. Malam dan siang tak terpisahkan. Perjumpaan dan perpisahan saling mengikuti satu sama lain. Hukum Karma, seperti yang saya katakan sebelumnya, tak terelakkan. Lalu bagaimana kita menghadapi hal ini? bagaimana kita melakukan yang terbaik atas hal ini? Bagaimana kita melakukan yang terbaik yang dapat kita lakukan sepanjang waktu, untuk menggaransi hanyalah yang terbaik yang menjadi hasilnya?
Sekitar 5.000 tahun lalu, Krishna mengatakan kepada sahabat ksatria-nya Arjuna di medan perang Kurushetra: “Lupakan hasil, fokus pada apa yang kamu sedang lakukan!” jika Anda menanggapi dengan berkata, “Tapi itu sulit,” maka Anda tidaklah sendirian. Arjuna juga menanggapinya dengan berkata: “Harus ada motivasi!”
“Tidak,” kata Krishna. “Ia yang termotivasi oleh sesuatu atau seseorang untuk bertindak ialah orang yang lemah. Mereka kekurangan kekuatan dari dalam diri. Mereka orang yang lumayanan. Jadilah seorang ksatria, bukan orang yang lumayanan. Lakukan tugasmu tanpa pamrih, tanpa memikirkan hasil, dan keluarannya. Fokus pada apa yang sedang anda lakukan, bukan pada hasilnya.”
Saya bukanlah pemain golf. Saya juga menentang pembangunan lapangan golf di Bali. Membuat lapangan golf di sini tidaklah bijak. Permainan ini ditemukan di Skotlandia, di mana iklim, lanskap dan tanah lapangnya begitu kondusif untuk permainan ini. Bali berbeda sekali iklim, lanskap, tanah lapang dan kecantikan alamnya. Merubah Bali menjadi Skotlandia tentu tidak bijak. Tapi ijinkan saya menggunakan analogi permainan golf untuk menjelaskan “Nishkama Karma,” atau “berkarya tanpa pamrih, tanpa harapan pada hasil atau motivasi apapun.”
Ketika anda memukul bola golf, Anda harus memfokuskan segala perhatian pada proses memukul tersebut, dan bukannya pada hasilnya. Jika Anda fokus kepada hasil dan keluarannya, jika Anda fokus kepada lubangnya, maka anda kemungkinan besar justru meluputkannya.
Fokus pada apa yang anda lakukan, lakukan yang terbaik. Jangan biarkan dirimu terpecah oleh pikiran dan hasil. Curahkan segala energimu pada apa yang sedang anda lakukan. Dalam melakukan hal ini, anda akan melakukan yang terbaik sesuai kapasitas dan kemampuanmu.
Inilah Nishkama Karma, atau bertindak tanpa pamrih tanpa memusingkan hasilnya. Bagi masyarakat Bali jaman dahulu, bukanlah sekedar konsep, tapi sebuah prinsip hidup. Pelukis Bali akan melukis tanpa memusingkan pendapatan finansial, tapi menikmati proses melukis itu sendiri. Sama halnya pematung Bali dahulu kala akan memahat untuk memahat itu sendiri. Dan para artis tersebut menciptakan karya yang luar biasa indahnya - Keajaiban yang menjadi nyata. Beberapa diantaranya bahkan sekarang disimpan di museum di luar negri.
Kini hal itu telah berubah. Dollar, poundsterling, euro, dan yen memotivasi para pelukis dan pemahat untuk “memproduksi.” Kreativitas digantikan oleh produktifitas. Seni direduksi menjadi sekedar proses produksi. Artis telah menjadi pekerja dan kuli perdagangan. Sekarang, mereka terpaksa bersaing dengan pekerja dan kuli lainnya di dunia perdagangan. Mereka dikutuk untuk bekerja dengan dan untuk pedagang yang serakah.
Bali harus memfokuskan kembali potensinya, kekuatan dari dalam dan melakukannya. Dengan cara ini Bali akan meraih kembali keunikannya yang telah hilang selama bertahun-tahun.
Nishkama Karma harus sekali lagi menjadi semangat Bali dan masyarakat yang luar biasa di pulau ini. Mari kita bekerja Bali dan melakukan apa yang terbaik sesuai kapabilitasnya, tanpa terpecah atau terpikat oleh pendapatan materi yang cepat didapat tapi hanya sementara.
Anda dapat merusak alam dan ekosistem dalam waktu singkat dengan merubah daerah yang subur menjadi lapangan golf. Tapi untuk membenahi ini, anda membutuhkan waktu puluhan tahun. Butuh satu generasi untuk memperbaiki kerusakan yang anda buat hari ini.
Oleh sebab itu inilah karma buruk saat anda membangun dan mendirikan sesuatu yang tak sejalan dengan alam dan potensimu. Dan sebaliknya juga benar, ketika anda membangun dan mendirikan sesuatu yang selaras dengan alam dan potensimu, anda pasti akan sukses, karena telah melakukan karma baik.
Percantik Bali - percantik tempat dimana kamu tinggal; ciumlah kesuburan yang memberkahimu dengan tumbuhan dan nutrisi lainnya. Bersyukurlah kepada Bunda Alam Semesta atas segala pemberian yang dianugerahkan bagimu. Bekerjalah dan lakukan tugasmu dengan semangat ini, dan anda tak akan pernah melenceng. anda akan mengakumulasikan karma baik.
Terakhir tapi penting, apa yang paling penting ialah untuk merubah paradigma lamamu. Bekerja tanpa pamrih. Fokuskan segala energimu pada pekerjaan yang sedang anda lakukan, pada kewajiban yang ada di depan mata - maka anda tak akan melakukan kesalahan. “Sukses akan mencium kakimu,” seperti tradisi sungkem yang ada di kepulauan ini.
Bekerja tanpa pamrih ialah bekerja untuk keuntungan banyak orang. Bekerja tanpa pamrih ialah berkarya bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan dunia ini - tempat satu-satunya di mana kita hidup.
Anda boleh berkulit putih atau kuning, coklat atau hitam - hukum Nishkama Karma berlaku bagi kita semua, untuk anda dan saya. Cobalah ini dan lihatlah yang terjadi pada dirimu betapa lebih banyak kebahagiaan bagimu, betapa banyak keceriaan anda menjadi. Nishkama Karma ialah cara untuk merayakan kehidupan!
* Penulis adalah aktivis spiritual, dan telah menulis lebih dari 130 buku. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kegiatannya di Bali, silahkan menghubungi Aryana atau Debbie di 0361 7801595 atau 8477490, atau kunjungi www.aumkar.org, www.anandkrishna.org (Tulisan ini pertama kali dimuat di The Bali Times, diterjemahkan oleh Nugroho Angkasa).
Selasa, 12 Mei 2009
SERAHKAN

"Kita tidak pernah mempertanyakan ke mana supir bus kota yang kita tumpangi akan membawa bus nya. Tetapi kita sering mempertanyakan Tuhan, kemana Dia akan membawa hidup kita".
Seorang ayah mengajak putrinya, Asa 6 tahun, mengendarai mobilnya menuju ke sebuah museum. Sudah lama Asa menginkannya. Si Ayah kebetulan hari itu mengambil cuti dan sengaja mangantar anaknya ke tempat yang sudah lama diimpikan Asa itu tanpa didampingi Bunda.
Di perjalanan, tak hentinya Asa bertanya kepada si Ayah :"Ayah tahu tempatnya?", tanya Asa yang duduk di samping kemudi Ayah.
"Tahu, jangan kuatir...", jawab Ayah sambil tersenyum. "Emang Ayah tahu jalan2nya....?". "Tahu..., jangan kuatir...." "Benar...., nanti tidak kesasar Yah...?
"Benar..., jangan kuatir deh...." jawab Ayah tetap dengan sabar.
"Nanti kalau Asa haus..., bagaimana.....?"
"Tenang..., nanti Ayah beliin air mineral....., oke....?
"Terus kalau lapar....?"
"Tenang...., nanti Ayah ajak Asa mampir ke restoran....."
"Emang Ayah tahu tempat restorannya.....?
"Tahu sayang...."
"Emang Ayah bawa cukup uang....?" "Cukup..., sayang..."
"Kalau Asa pengen ke kamar kecil....?" "Nanti ayah antar sampai ke depan toilet wanita...."
"Emang di museum ada toiletnya....? "Ada sayang..., jangan kuatir...."
"Ayah bawa tissue juga....?" " Bawa.., jangan kuatir..." kata ayah sambil membelokkan mobilnya masuk ke jalan tikus..., karena macet.
"Kok Ayah belok ke alan jelek dan sempit begini sih....?"
"Ia..sayang..., karena Ayah cari jalan yang lebih cepat...., supaya Asa bisa menikmati museumnya lebih lama nanti...."
Tidak beberapa lama, Asa kemudian tidak bertanya-tanya lagi. Giliran sang Ayah yang bingung......,
"Kenapa Asa diam ..., sayang...?" " Ya...., Asa percaya Ayah deh....! Ayah pasti, akan antar dan bantu Asa nanti...."
Kita ini kadang-kadang seperti Asa si anak kecil ini ......Kita sering bertanya banyak hal mengenai apa yang kita hadapi dan terjadi dalam hidup kita. Terlalu banyak kuatir apa yang akan kita hadapi. Padahal sebenarnya Tuhan "sedang mengemudi" buat kita semua. Kadang Ia membawa ke "gang sempit" yang barangkali tidak enak, tetapi itu semua ternyata untuk menghindari "kemacetan" di jalan yang lain. Kadang Ia memperlambat "kendaraan Nya", kadang mempercepat. Semua pasti ada maksudnya.
Ada baiknya kalau kita menyerahkan hal-hal yang di luar jangkauan kita kepada Nya. Biarkan Dia berkarya atas hidup kita, biarkan Dia mengemudikan hidup kita. Sebaliknya fokuskan hidup Kita kepada hal-hal yang kita kerjakan di depan mata, dengan berkat kemampuan yang kita sudah miliki.......
SOLUSI SEDERHANA
Serumit apapun masalah.........,
Pecahkan dan selesaikanlah denga solusi sederhana,
karena solusi sederhana mampu menyelesaikan masalah rumit.....,
sedangkan solusi yang rumit..........
kadang tidak mampu menyelesaikan masalah sederhana sekalipun
Sabtu, 09 Mei 2009
KASIH

Berapakah harga dari sebuah kasih?
Berapa uang yang harus dikelurakan untuk membeli kasih?
Kasih itu “tidak berharga”.
Tidak perlu serupiah uang pun untuk membeli kasih.
Bahkan kasih itu dibagikan secara “GRATIS”.
ya, kasih itu diberikan secara cuma – cuma.
Akan tetapi karena gratis,
banyak orang yang menyia – nyiakan kasih.
Kasih menjadi tidak mempunyai arti.
Apa yang mudah didapat, mudah dibuang.
Apa yang sukar diperoleh dan mahal, sangat disayang.
Kasih disia – siakan.
Tetapi siapa dapat hidup tanpa kasih??????
HARAPAN

Ada 4 lilin yang menyala,
Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka
Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:”Aku adalah Cinta” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.”
“Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
Jangan takut,
Janganlah menangis,
selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:
” Akulah H A R A P A N “
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah H A R A P A N.
yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!
CHATTING DENGAN TUHAN
TUHAN : Kamu memanggilKu ? AKU: Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?
TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-
bincang denganmu.
AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih
baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.
TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.
AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang
sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah
menjadi waktu sibuk.
TUHAN : Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi
produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu,
produktifitas membebaskan waktu.
AKU: Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghidarinya.
Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting
seperti ini.
TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu
beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium
yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.
AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?
TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang
membuatnya jadi rumit.
AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?
TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu
merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi
kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
AKU: Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu
banyak ketidakpastian.
TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran
adalah sebuah pilihan.
AKU: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.
TUHAN : Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah
sebuah pilihan.
AKU: Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu
menderita?
TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat
dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa
menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik
bukan sebaliknya.
AKU: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru
pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.
AKU: Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa
kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?
TUHAN : Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan
kekuatan mental (Purposeful Roadblocks Offering Beneficial Lessons
(to)Enhance Mental Strength). Kekuatan dari dalam diri bisa keluar
dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.
AKU: Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu
kemana harus melangkah…
TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana
kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati
memberimu arah.
AKU: Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang
dapat saya lakukan?
TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan
perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau
sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain
bekejaran dengan waktu.
AKU: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?
TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada
masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau
syukuri,jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.
AKU: Apa yang menarik dari manusia?
TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”. Jika
mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”.
AKU: Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?
TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi
apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan
itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
AKU: Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?
TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini
dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.
AKU: Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak
dijawab.
TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya
adalah TIDAK.
AKU: Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.
TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup
adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.
TUHAN has signed out.
sumber : www.yauhui.net
Rabu, 06 Mei 2009
SYUKUR DAN NIKMAT
AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.
Kata-kata diatas merupakan wujud syukur.
Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting.
Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.
Pertama :
Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.
Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya.Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “KAYA” dalam arti yang sesungguhnya.
Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ”kaya”. Orang yang “kaya” bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.
Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.
Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda.
Bersyukurlah !
Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan.
Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.Bersyukurlah untuk masa-masa sulit. Di masa itulah kamu tumbuh.Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru. Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.
Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat. Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.
Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih. Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.
Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik. Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut. Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif.
